16
Feb
10

been so long since..

since the last time i could feel your real love on me..
Iya, rasa nyaman itu hilang.. Hilang semenjak kamu bilang kamu takut pacaran kita ga sehat.. Seketika sejak saat itu, kenyamanan, kebersamaan, keindahan, dan akhirnya kebahagiaanku runtuh.. Rasa ga percaya, ga aman, ga percaya diri, sekaligus ga paham.. Semua bermunculan, menghantam dinding kebahagiaan yg baru aku tata satu demi satu, brick by brick, scratch by scratch.. Yang dengan mudahnya kamu remukkan seperti menyiram tissue dengan air..

Saat kamu ingin menjauh, aku meronta, mencarimu, memaksamu mendekat dan melekat.

Tapi kamu tak bergeming. Kamu berjalan dengan kacamatamu sendiri yang tak dapat kutembus dengan mata penuh cintaku..

Kamu, semakin tak kukenal.. Sampai akhirnya kuputuskan untuk menyudahi senyuman palsumu yang terasa begitu terpaksa kamu sunggingkan..

Aku menangis, meraung, mengganggu ketentraman dunia dengan kegalauanku. Begitu lemah dan menderita.. Sampai akhirnya aku mati rasa..

Tiba-tiba kau berkata. Tiba-tiba kau mencariku.. Mengucapkan mantra mantra sederhana yang kumengerti sebagai rasa haus. Iya, kau haus akan diriku. Sentuhanku, kecupanku, dekappanku.. Dan cintaku..

Aku, mencintaimu.. Maka dengan air mata yang tersisa, aku tusukkan kembali sebuah jarum pada luka lamamu.. Agar dinding mati rasa itu runtuh. Sakit memang, tapi dibaliknya ada perasaan utuh yang kubiarkan dan kuharapkan akan jadi obat penghilang nyeri itu..

Tapi, kau pemain yoyo yang handal.. Kau biarkan lukaku yang tadi kutusukkan jarum itu kembali terbuka melebar.. Dan melebar. Kau pergi lagi..

Aku melawan! Aku lelah diperlakukan begini! Aku marah! “Kita harus bertemu dan selesaikan ini!” ujarku.. Kau begitu merasa bersalah dan setuju..

“Baiklah, kita bertemu akhir minggu ini” ujarmu..

14 Februari 2010
saat dunia berubah menjadi merah jambu dan kata kata cinta diutarakan secara berlebihan.. Kita bertemu.. Kau dengan sebatang besar coklat segitiga, hadir di ruang tamuku yang telah hampa tanpa tawamu..

Tawa itu datang lagi diantara kita.. Bersama, kita hampir lupa kalau kita sudah tak terikat.. Kulihat jelas kau rindukan pelukku. “Tidak, jangan perlakukan aku seperti ini jika kamu tak menginginkanku seutuhnya”..

Maka pembicaraan panjang pun dimulai..

Tak ada yang mampu kuingat selain satu kalimat yang kau ucap malam itu..

“baiklah, kita akan coba sekali lagi”..

Lalu?

Tak ada keceriaan yang membuncah dari tawaku.. Tak ada senyuman super bahagia dari bibirku.. Entah, jangan tanya kenapa. Pertanyaan dan keraguan jauh lebih menguasaiku daripada kebahagiaan itu.. Tapi aku pun tak merasakannya dari pelukkanmu.

Apa ini? Sayang, apa ini? Apa yang kita jalani? Jika aku begitu berharga untukmu, mengapa kau begitu ragu untuk mencoba memperbaiki yang telah terkoyak?

Dan jika kau begitu berharga untukku.. Mengapa aku menulis ini?


0 Responses to “been so long since..”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.